Chat with us, powered by LiveChat

Inilah Alasan Rekor Tandang Manchester United Sangat Buruk

Ole777Sports .com – Hingga sekarang ini Manchester Untited belum menjalani start yang bagus pada musim 2019/20. Pertandingan di liga sudah melewati 7 pertandingan dan hasil yang didapatkan klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer sangat mengecewakan.

Manchester United hanya bisa mendapatkan 2 kemenangan dari 7 pertandingan tandang terakhir di Liga Primer Inggris. Ini merupakan rekor tandang United paling buruk sepanjang masa.

Kemenangan tandang yang didapatkan Manchester United ialah saat melawan Crystal Palace dengan skor 3-1 di Stadium Selhurst Park, 29 Febuari 2019 lalu. Dengan catatan 4 kekalahan, 3 hasil imbang dan tidak ada kemenangan sama sekali.

Ole777 Indonesi Partner Resmi Chelsea FC

Melihat situasi yang dihadapi oleh Manchester United saat ini, jangan bicara mengenai peluang juara, kemungkinan besar juga Setan Merah akan keluar dari perebutan tiket Liga Champions pada musim depan.

Pada akhir pekan nanti, Manchester United akan bertanding melawan Newcastle United yang saat ini sedang berada di zona degradasi. Dengan begitu Ole Gunnar Solskjaer mendapatkan kesempatan untuk mengakhiri rekor tandang mereka.

Inilah beberapa faktor analisis dari Ole777Sports mengenai Manchester United sulit untuk mendapatkan kemenangan di kandang belakangan ini.

Statistik Kemenangan Tandang Watord Lebih Baik Dibandingkan United

Manchester United sudah melewati 7 pertandingan tandang di Liga Primer Inggris sejak kemenangan atas Crystal Palace dan mendapatkan 3 poin dengan rata-rata 0,43 per pertandingan.

Statistik lebih rendah bila dibandingkan Watford dengan rata-rata 0,50 poin pada periode yang sama yaitu 7 pertandingan tandang.

Bahkan di antara 17 klub yang ada di Liga Primer Inggris rata-rata poin tandanga dari Manchester United hanya diatas dari Tottenham yang mempunyai rata-rata 0,29 poin perp ertandingan.

Baris Pertahanan Yang Rapuh

Dengan mendatangkan Virgil van Dijk tidak bisa dipungkiri bahwa baris pertahanan Liverpool menjadi sangat kokoh. Terbukti Liverpool hanya mengalami 6 kebobolan dari 92 tembakan kegawang dengan tingkat konversi 6,5 %.

Berbeda dengan Manchester United yang mendatangkan Maguire, tetapi baris pertahanan masih terlihat sangat rapuh. Jumlah tembakan yang berhasil ditembakan ke gawang Manchester United meningkat hingga 18,8 % sejak akhir Febuari silam.

Mereka tidak lebih baik bila dibandingkan dengan Watford yang 17,8%, Chelsea 16% dan Everton 15,2%.

Baris Penyerangan Yang Bermasalah

Solskajer mengakui menjelang laga melawan Arsenal mengatakan bahwa United akan mendatangkan penyerang baru untuk menggantiakn Romelu Lukaku ketika bursa transfer kembali dibuka pada bulan Januari nanti.

Untuk saat ini Solskjaer membeirkan kepercayaan penuh kepada pemain-pemain muda seperti Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwoord secara bergantian. Tetapi mereka tidak dapat memperlihatkan performa yang baik. Kemudian mereka baru menyadari bahwa lubang kepergian Lukaku ke Inter Milan harus segera ditutupi.

Manchester United hanya bisa mencetak 2 gol dari 4 pertandingan terakhir di Liga Inggris. Konversi tembakan ke gawang lawan Manchester United turun hingga 4 persen sejak periode Januari.

16 tim di Liga Primer Inggris mencetak gol lebih banyak dibandingkan dengan United dan dengan tingkat koversi yang lebih bagus.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.