Chat with us, powered by LiveChat

Inilah Analisis Kenapa Chelsea Kalah Dengan Liverpool

Ole777Sports – Minggu (22/09/2019) lalu,  Liverpool sukses untuk membawa pulang 3 poin penuh saat berkunjung ke Stamford Bridge melawan Chelsea. Kemenangan ini membuat Liverpool kukuh bertahan diatas puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Bermain sebagai tim tam melawan Chelsea, anak asuh Jurgen Klopp berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor 2-1. Gol kemenangan Liverpool disumbang oleh Trent-Alexander-Arnold dan Roberto Firmino. Sementara itu Chelsea membobol gawang Liverpool melalui tendangan dari N’Golo Kante.

Bermain dikandangan sendiri, Chelsea berhasil memberikan tekanan kepada Liverpool sepanjang pertandingan. Tekanan semakin nampak saat mereka mulai tertinggal 2 gol. Jika saja gol dari Cesar Azpilicueta tidak dibatalkan wasit, maka pertandingan akan berakhir dengan skor imbang 2 – 2.

Ole777 Indonesi Partner Resmi Chelsea FC

Liverpool sekarang mempunyai rekor yang fantastis dengan 15 kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris.

Setelah pertandingan antara Chelsea dan Liverpool selesai, Ole777sports melakukan analisis yang membuat Liverpool bisa memenangkan pertandingan ini.

Frank Lampard Kembali Dengan Formasi 4-3-3

Frank Lampard harus membuat beberapa perubahan strategi setelah banyak pemain inti mengalami cedera.

Mosan Mount mengikuti pertandingan dengan kondisi tidak fit karena ditekel oleh pemain Valencia, Francis Coquelin saat pertandingan di Liga Champions. N’Golo Kante juga sempat diragukan untuk tampil karena cedera yang dialaminya.

Tetapi pemain asal Perancis tersebut berhasil memperlihatkan performa yang cukup baik saat bermain bersama dengan Jorginho dan Mate Kovacic dibagian tengah.

Formasi 4-3-3 membuat Chelsea tampil dengan nyaman sepanjang pertandingan melawan Liverpool. Kiper Kepa Arrizabalaga dibantu oleh 2 bek Andreas Cristensen dan Fikayo Tomori yang berhasil membuat Kurt Zouma sebagai senior di Stamford Birgde duduk dibangku cadangan.

Cesar Azpilicueta berada diposisi kanan bersama dengan Marcos Alonso yang berada di sisi kiri dari empat bek. Formasi strategi ini ialah yang paling disukai oleh fans Chelsea.

Willian dijadikan sebagai pemain sayap andalan. Dengan agresivitas yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan Pedro dan Christian Pulisic. Tammy Abraham dijadikan sebagai penyerang tunggal yang berhasil menembakan sejumlah tendangan ke gawang Liverpool, walaupun belum bisa menghasilkan gol.

Kesalahan Alonso

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh Frank Lampard saat ini ialah memperkuat lini bertahan Chelsea agar bisa mengantisipiasi bola mati. Saat bertanding melawan Liverpool, Marcos Alonso melakukan kesalahan dengan membiarkan Firmino dalam posisi bebas untuk menyundul bola yang menjadi gol.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh Alonso. Ini merupakan pilihan yang sulit bagi Lampard mengingat bahwa dirinya tidak mempunyai banyak pemain pada bagian sektor belakang.

Saat pertandingan Lampard kembali harus melakukan perubahan darurat. Ia memasukan Kurt Zouma untuk menggantikan Andreas Christensen yang mengalami cedera. Saat pertandingan memasuki menit ke-45, Lampard kembali melakukan keputusan yang ekstrem dengan memasukan Alonso untuk menggantikan Emerson.

Tentu perubahan ini tidak membuat pertahanan Chelsea semakin slot, terutama saat mendapatkan posisi bola mati.

Mental Juara Liverpool

Liverpool datang ke Stamford Bridge dengan modal 4 kemenangan beruntun yang membuat mereka kokoh diatas puncak klasemen.

Menang pada pertandingan melawan Chelsea bukan hal yang mudah. Sepanjang pertandingan anak asuh Frank Lampard bukan tidak memberikan perlawanan bagi pemain Liverpool yang terurs berlari dengan keringat bercucuran.

Chelsea berhasil menciptakan banyak peluang emas, semestinya mereka bisa menang pada pertandingan ini, jika tidak mengalami kesialan.

Tammy Abraham melakukan banyak tembakan, tetapi tidak ada satupun yang berhasil menjadi gol. Michy Batshuayi nyaris mencetak gol. Sayang sunduluannya melesat beberapa inci dari gawang.

Alonso bersama dengan Willian dan Azpilicueta terus memberikan bola-bola berkualitas kedalam kotak penalti, sehingga membuat Mason Mount bebas bergerak pada bagian kiri. Sayangnya ia berada dalam posisi sedikit offside sehingga membuat gol dari Azpilicueta tidak dianggap oleh wasit.

25 Menit sebelum pertandingan berhasil Chelsea berhasil memberikan tekanan kepada Liverpool hingga tidak bisa banyak bergerak. Terbukti bahwa 70% penguasaan bola terdapat di Chelsea.

Para pemain Liverpool dipaksa untuk tetap siaga dalam skema penyerangan Chelsea. Mereka bisa dikatakan beruntung karena berhasil membawa pulang poin penuh saat bertanding di Stamford Bridge.

Hal ini membutkan bahwa The Reds membuat mental juara. Hal ini sangat diperlukan saat mengiktui persaingan yang keras dan ketat di Liga Primer Inggris.

Chelsea Mulai Agresif Pada Babak Kedua

Ketinggalan 2 gol membuat Chelsea tampil lebih percaya diri saat memasuki babak kedua. Mereka bermain menggunakan strategi untuk menyerang yang sederhana dan langsung menujuk ke jantung pertahanan Liverpool.

Jurgen Klopp kemudian membalas strategi dari Lampard dengan memberikan instruksi agar 3 pemain penyerang bagian depan untuk bekerja lebih keras agar menjaga bola dan memainkan peran sebagai lini bertahan pertama yang kuat.

Azpilicueta dan Alonso semakin agresif dan maju ke bagian depan. Chelsea berhasil memberikan umpan silang hampir 2 kali lipat dari yang mereka lakukan di babak pertama.

Chelsea berhasil melakukan tembakan kegawang sebanyak 10 kali dan Liverpool hanya dapat melakukan setengah dari The Blues.

Bisa dikatakan Liverpool cukup beruntung pada pertandingan ini, karena pemain Chelsea belum dapat memaksimalkan aneka peluang emasy ang berhasil diciptakan.

Baca Juga: Bagi Eto’o Messi dan Ronaldo Bukan Pemain Terbaik

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.